What Got You Here Won't Get You There
📖 Tentang buku
What Got You Here Won't Get You There karya Marshall Goldsmith, terbit pada tahun 2007, menjadi panggilan nyata bagi para profesional yang telah mencapai keberhasilan. Penulis, penulis buku ini, berpendapat bahwa perilaku yang dulu membantu Anda meraih posisi puncak—seperti rasa percaya diri dan dorongan kompetitif—justru bisa menjadi penghalang yang menghambat langkah menuju tingkat berikutnya. Buku ini menyajikan panduan diagnostik untuk mengidentifikasi Behavorial Blind Spots yang sering diabaikan oleh orang sukses, dilengkapi proses disiplin untuk mencapai perubahan positif dan permanen dalam gaya kepemimpinan.
Buku ini mengungkapkan 20 Kebiasaan yang Menghambat Kemajuan, seperti 'Mengejar kemenangan terlalu berlebihan,' 'Membuat penilaian yang berlebihan,' dan 'Memberi komentar destruktif.' Goldsmith memperkenalkan Proses Permintaan Maaf dan Mendengarkan Aktif sebagai alat utama untuk memperbaiki hubungan profesional yang rusak. Penulis menekankan pentingnya Feedforward dan menyediakan kerangka kerja tujuh langkah untuk perubahan: Tanya, Dengarkan, Ucapkan Terima Kasih, Pikirkan, Minta Maaf, Tindak Lanjut, dan Latihan. Fokusnya adalah bertransformasi dari 'Cerdas dan Kompetitif' menuju menjadi pemimpin yang memberdayakan orang lain dan membangun kepercayaan institusional.
Buku ini wajib dibaca oleh manajer menengah dan senior yang merasa telah mencapai 'plat de career.' Pembaca akan mendapatkan nilai dengan belajar mengenali cara-cara halus mereka mengasingkan tim. Aplikasi praktisnya meliputi penggunaan 360-Degree Feedback untuk mengidentifikasi kebiasaan mengganggu tertentu dan menerapkan ritual 'Pertanyaan Harian' untuk menjaga disiplin diri. Dengan menguasai wawasan perilaku dari Goldsmith, para pemimpin dapat memastikan pertumbuhan profesional mereka tetap sejalan dengan keahlian teknis, sehingga mampu memimpin dengan pengaruh dan empati yang lebih besar.
💡 Poin penting
Kenali Behavioral Blind Spots Anda dengan meninjau 20 kebiasaan yang menghambat orang sukses, seperti kebutuhan untuk 'menang terlalu sering' dalam setiap interaksi.
Latih Mendengarkan Aktif dan Proses Permintaan Maaf untuk memulihkan hubungan yang rusak dan membangun lingkungan yang penuh kepercayaan di mana anggota tim merasa didengar dan dihargai.
Gunakan Kerangka Perubahan Tujuh Langkah secara sistematis untuk mengganti kebiasaan negatif dengan perilaku kepemimpinan yang berdampak tinggi yang mendukung tujuan jangka panjang organisasi.